Menghindarkan Anak menjadi Pelaku “Bullying”
Tindakan Bulyingg, yaitu perbuatan yang menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik dalam bentuk kekerasan fisik, verbal, ataupun psikologis. Tindakan ini bisa dikenali dengan intimidasi, pelecehan, diksriminasi, pengucilan, ejekan, kekerasan secara fisik dan mental yang dilakukan terhadap orang lain.
Bullying dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan psikoogis anak, terutama jika itu terjadi di lingkungan sekolah. Anak yang menjadi korban Bullying akan terlihat enggan pergi ke sekolah, terlihat muram, prestasi akademik menurun, dan lain-lain.
Patut disadari, keluarga berperan penting dalam proses pembentukan karakter anak, mengingat di tahap-tahap awal perkembangannya, anak melakukan proses meniru dari orang-orang terdekatnya. Situasi di rumah yang positif, hangat dan saling menghormati secara tidak langsung akan membentuk anak menjadi pribadi yang demikian.
Sebuah tindakan ataupun kekerasan verbal yang terjadi, dimana umumnya untuk menunjukkan siapa yang berkuasa di dalam rumah, bisa dicontoh anak karena menganggapnya sebagai suatu hal yang sah-sah saja. Ujung-ujungnya anak akan mengembangkan perilaku tersbut kepada teman-temannya.
Itulah sebabnya, selalu mengembangkan nilai-nilai positif berikut adanya konsekuensi jika terjadi pelanggaran bisa menjadi arahan untuk mendidik anak. Di samping itu, memberi perhatian yang cukup lewat komunikasi yang bik di dalam keluarga juga bisa menjadi media untuk mengenal pribadi anak lebih dekat. Karena bagaimanapun anak ibarat sebuah lembaran kosong yang kemudian ditorehkan lewat berbagai stimuli dan pesan yang terjadi selama proses perkembangannya.
(Dikutip dari : Majallah Sherly’s Edisi III)